Selamat Datang di Zona lingkup kehidupanku

Jumat, 06 Februari 2009

Pilihan

Mataku tak mampu terpejam, gelap dan terang silih berganti menjadi teman; saat aku merasa lelah akan mengajak mataku mengatup, aku mematikan terang. Ketika itu pula, cerita kemarin hinggapi hari ini dan esok pun menakuti ku. Hingga seketika itu pula, temaramnya lampu peneman tidur tak menjadi pilihan.


Kini, tidur merupakan ketakutan nyata untukku, hanya menawarkan mimpi dan hampa. Bagiku, lebih baik sekarang dengan mata tak terpejam, segala sesuatu tampak jelas dan tak tertipu. Aku membenci ketakjelasan, membawaku pada kosong. Aku lebih memilih mata yang bicara apa adanya, menjelaskan kenyataan yang ada, tak terdustakan ujaran.

Aku masih menanti waktu meletihkan pikiranku,membawaku ke alam tidur. Aku letih mendengarkan kencangnya detak jam yang menguasai kebisingan larut, mengisyaratkan bahwa sepi menyelimuti dinginnya malam, hingga satu gerakan halus dapat terdengar dari kejauhan.

Pikiran mungkin menguasaiku, menghantarkan beragam tanya dan menyeruakkan kegamangan hati. Emosi kewanitaanku menang ketika bicara tentang tanya, sempat pula melemahkan semangat hidupku. Namun, yakin tetap ada dalam diri menyatakan semua hanya kilasan kini, menyemangati esok yang lebih baik. Dan ku tahu bahwa ego pikiranku pun dapat mengalah pada letih.